Dua kata sederhana namun kadang bisa menjadi berat untuk diucapkan. Hal kecil namun bermakna besar yang luput dari perhatian, misalnya:

  1. Terima kasih untuk penjaga warteg yang mengambilkan makan.
  2. Terima kasih untuk sopir angkot yang karenanya setiap hari kita bisa sampai di kantor untuk melakukan kerjaan.
  3. Terima kasih untuk satpam yang membukakan pintu di kantor.
  4. Terima kasih untuk kurir yang mengantarkan barang sampai ke tempat tujuan.
  5. Terima kasih untuk mbak-mbak laundry.
  6. Terima kasih untuk [insert_yours_here].

Ada seorang kawan di Jogja yang gemar sekali berterima kasih kepada siapapun yang dia anggap telah membantunya bahkan dalam kecil sekalipun. Saya pikir-pikir tak ada ruginya juga untuk sekedar ucapkan terima kasih kepada orang lain. Justru dengan begitu membuat kita lebih memiliki value, bukan?