Tentang Pilihan

Pernah mengalami seperti terjebak atau masuk ke wilayah yang tidak diinginkan? Seperti ketika memilih jurusan pendidikan dan akhirnya pilihan jatuh pada salah satu yang membuatmu dilema.

Sebelum saya benar-benar memutuskan untuk belajar Teknik Informatika, Biologi dan Bahasa Inggris sempat singgah dalam pikiran. Butuh waktu cukup lama untuk meyakinkan diri mengesampingkan dua ilmu tersebut. Ketiganya sama-sama saya senangi bahkan Biologi dan Bahasa Inggris memiliki porsi lebih besar dalam hati saya dibanding Teknik Informatika.

“…Kau bilang hidup jangan disesali. Aku bilang hidup jangan dikecewakan…”

Saya biarkan mengalir meski akhirnya Teknik Informatika menjadi jurusan pilihan. Dan kini, mau tidak mau saya mesti konsisten dengan pilihan tersebut. Semua orang memang harus begitu, konsisten dengan pilihannya. Dan resiko dari setiap pilihan itu pasti ada.

Saya ingat betapa dilema menentukan pilihan masa depan itu sangat menyebalkan. Terlebih jika belum tahu apa yang akan didapat dari sebuah pilihan. Lebih baikkah, sama saja, atau bahkan lebih buruk.

Biarkan saja mengalir dan meminta petunjuk kepada Yang Kuasa tentu akan lebih baik. Sekarang yang ada adalah bagaimana selanjutnya menjadikan pilihan itu membuahkan hasil. Ibaratnya, tiba-tiba diceburkan dalam sungai yang mengalir deras. Hanya ada dua pilihan — berenang menepi atau hanyut lalu tenggelam.

Well, Kerjakan apa yang telah dipilih dan upayakan agar pilihan tersebut tidak lantas membuatmu bertekuk lutut. Tetap semangat dan yakin bahwa selalu ada kejutan dari setiap pilihan. Keep positive thingking!

— February 19, 2012

Crafted from Borobudur with a cup of by Arif Riyanto