Pertengahan tahun 2012 kemarin saya sudah tidak lagi ada kelas di kampus. Seluruh teori sudah saya tempuh dan kini tinggal menyelesaikan skripsi.

Di tengah libur panjang semester genap saya gunakan untuk mencari freelance job sebanyak-banyaknya yang bisa dikerjakan di rumah. Alhamdulillah ada beberapa pekerjaan yang masuk dan hasilnya cukup mengisi dompet. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan pribadi tidak lagi harus meminta uang ke orangtua. Kamu akan merasa bangga ketika kamu bisa bilang ke ibumu, “Bu, uang untuk saya bulan ini disimpan saja. Saya masih punya untuk memenuhi kebutuhanku”

Hal itu yang membuat saya tidak lagi ingin merepotkan orangtua lagi. Setidaknya untuk hal-hal kecil seperti makan dan beli pulsa tidak harus lagi meminta. Meski pada kenyataannya orangtua belum tega benar melepas anaknya begitu saja.

Dan permasalahan muncul

  1. Ketika kamu hanya mengandalkan orang-orang menghubungi kamu dan memintamu mengerjakan sebuah job, kamu membuang banyak waktu untuk sekedar menunggu panggilan. Jika frekuensi pekerjaan sebanding dengan fee yang kamu dapat kamu masih bisa tersenyum lega. Tapi jika waktumu hanya dihabiskan untuk menunggu pekerjaan yang tidak sebanding dengan fee atau setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu, itu berarti rugi.
  2. Saya bisa saja berbangga karena pekerjaan-pekerjaan itu bisa saya kerjakan di rumah. Tidak harus pergi ke kantor pagi-pagi sekali. Saya bahkan bisa saja tidak mandi untuk mengerjakan pekerjaan saya jika itu saya inginkan. Percayalah, ketika kamu terlalu lama berada di kamar atau duduk terus-menerus di depan komputer dan tidak bertemu dengan orang-orang, itu berarti kamu melewatkan waktu dengan rugi. Ada hal yang benar-benar berharga selain fee dari pekerjaanmu, bertemu dengan orang-orang, berbagi cerita, makan siang bersama rekan kerja. Ya, setidaknya bagi saya pribadi.

Alternatifnya

Saya layangkan surat elektronik ke sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan web developer. Saya diterima dan sayangnya tidak bertahan lama.

Well, saya berpikir bahwa bekerja pada sebuah agency dengan banyak karyawan akan membuat saya bisa bertukar pikiran dengan mereka. Namun hal itu tidak saya dapatkan. Niat saya bekerja di agency sebenarnya adalah agar dapat belajar dari para senior. Dan tidak ada senior di tempat ini. Hanya beberapa hari saya masuk kantor, sisa task saya kerjakan remote dari rumah. Saya pikir saya tidak cocok bekerja disini dan saya putuskan keluar setelah menyelesaikan pekerjaan.

Salah seorang dosen kenalan saya menawari pekerjaan lain sebelum saya resign dari kantor lama. Internet marketing. Patut dicoba dululah pikir saya waktu itu. Dan pada kenyataanya saya sama sekali tidak menangani internet marketing. Justru saya ikut turun tangan pada pembuatan website untuk klien sang dosen. Saya juga tidak bertahan lama di kantor ini. Ketika ada tawaran yang lebih baik kamu bisa meninggalkan pekerjaan tempat lama. Dengan syarat semua pekerjaanmu sudah kelar tentunya.

Dan ketika tulisan ini terbit saya tengah berada di kantor ketiga. Saya tidak tahu bisa bertahan berapa lama yang pasti sejauh ini merasa cocok. Kau tahu, orang-orang yang bekerja bersamamu, lingkungan bekerjamu dan fee hasil kerjamu menentukan nyaman atau tidaknya kamu bekerja, kan?