Ketika keadaan memungkinkan, saya bisa dengan mudah mengajak orang yang belum saya kenal untuk ngobrol berbagai hal. Sopir angkot yang sore ini saya tumpangi, misalnya.

Keluh sopir yang saya dengar selain macetnya Jakarta adalah soal jasa ojek online seperti Go-Jek dan GrabBike yang kian banyak. Baginya, kemunculan ojek yang dapat dipesan via aplikasi ponsel pintar itu sedikit-banyak mengurangi jumlah penumpang angkutan kota. Imbasnya adalah penurunan pendapatan para sopir angkot.

Sejujurnya saya tidak tahu seperti apa keadaan sebelum kemunculan ojek online. Apakah memang penumpang angkot lebih ramai atau sama saja dengan hari ini.

Namun satu yang saya dapati adalah banyak pengendara sepeda motor dengan helm atau jaket bertuliskan Go-Jek dan GrabBike di jalanan.

Sementara di sisi lain, fasilitas angkutan umum yang ada bisa dibilang belum optimal. Beberapa kali saya terpaksa turun dari Mikrolet karena alasan yang menurut saya sama sekali tidak pantas diucapkan oleh penyedia jasa. Terlebih jasa transportasi. Ketika itu saya turun lantaran si sopir beralasan ingin mengisi bensin dengan arah yang berbeda dari jalur tujuan saya. Padahal semestinya itu angkutan melewati tempat tinggal saya.

Entah karena di depan tengah macet atau penumpangnya tinggal saya seorang lalu si sopir tidak mau mengantar. Pernah juga saat itu hanya ada dua orang penumpang, saya dan seorang wanita. Setelah saya sampai tujuan dan turun dari angkot, si sopir meminta penumpang wanita itu untuk turun dan berganti angkutan karena si sopir tidak mau mengantar penumpang yang hanya seorang. Loyalitas yang buruk.

In my humble opinion kemunculan ojek online itu sangat membantu bagi warga kota besar yang padat dan macet seperti Jakarta. Ketika moda transportasi yang lebih praktis muncul di sisi lain ada angkutan yang justru memperburuk pelayanan.

Jadi, saya kira keluh sopir sore tadi tidak tepat. Mestinya ia meningkatkan pelayanan agar penumpang tidak kabur dengan Go-Jek atau GrabBike, bukan malah menyalahkan keberadaan mereka.

Dan seleksi alam pun terjadi.

Ketika individu tidak dapat bertahan atau memenangkan kompetisi maka ia akan lenyap. Begitu juga dengan Mikrolet dan angkutan umum lainnya jika tidak meningkatkan fasiltas dan pelayanan. Karena yang berevolusi dan berinovasi yang akan bertahan.

Facebook bukanlah media sosial yang pertama muncul, iPhone bukan ponsel pintar pertama dengan layar sentuh, Google juga bukan mesin pencari yang pertama dibuat oleh manusia. Namun mereka terus berinovasi untuk menjadikan produk mereka lebih baik dan mereka bertahan hingga kini.