Penjual Mawar

Muda-mudi berdiri di pinggir jalan, di bawah traffic light. Untaian mawar mereka dekap. Mereka jajakan kepada muda-mudi yang melintas, berhenti saat lampu merah. Mawar merah, mawar putih. Belikan itu untuk kekasih.

Seringkali saya melihat mereka di Jalan Sudirman, simpang empat Gramedia, Yogyakarta. Juga di kilometer 0 Sabtu malam. Lebih terlihat seperti orang-orang iseng yang menjajakan bunga. Bukan sebagai orang yang benar-benar meraup untung dari hasil jualan.

Sempat terpikir untuk ikut berjualan mawar di simpang jalan yang lain. Tidak ada salahnya, bukan? Toh, tidak melanggar hukum. 🙂

2 Comments

Add yours →

  1. Menjual bunga mawar memang tidak masalah dan tidak melanggar hukum tapi kalau yang dijual “mawar” manusia beh parah 😀

  2. betul… n jangan gengsi pula 😉

Leave a Reply