Sudah hampir setahun aku mengenalnya. Tentu saja, dia mudah dikenali daripada teman-teman sekelasku lainnya. Ada daya tarik tersendiri yang menjadikannya mudah dikenal oleh orang lain.

Secara fisik terbilang cantik, kulitnya putih. Paling tidak lebih putih dari warna kulitku. Dari kacamata yang selalu dia kenakan terkesan kalau senang membaca. Sebenarnya tidak juga, karena berkacamata lantas senang membaca. Bisa saja  lantaran hal lain, minus misalnya.

Satu hari aku  pernah berjalan dibelakangnya saat naik tangga menuju kelas. Waktu itu kelas kami di lantai empat. Dari caranya berpakaian aku dapat melihat bahwa dia gadis yang baik. Ah, aku tak suka menilai sebuah buku dari sampulnya.  Tentu saja hal itu tidak terlalu aku pikirkan.

Siang ini  aku lihat dia di perpustakaan itu. Ya, seperti biasanya, hanya aku pandang dari jauh di sela-sela tatanan buku pada rak kayu itu.