Satu waktu saya bisa jadi mati gaya ketika kumpul dengan kawan-kawan. Bukan masalah materi obrolan, namun biasanya saya sedikit bermasalah dengan perilaku ketika kami tengah ngobrol.

Mungkin ini juga menjadi suatu masalahmu sebagai orang yang tidak merokok. Ke-mati-gaya-an ini biasanya terjadi ketika selesai makan. Bagi perokok, kata seorang kawan, untuk menyempurnakan kenikmatan makan itu ya selanjutya nge-rokok. Lha, bagi saya yang bukan perokok jelas tidak saya lakukan. Seandainya masih tersisa makanan cemilan ini akan bisa sedikit membantu keseimbangan bagai kaum tidak merokok.

Bukan berarti saya tidak pernah merokok. Sekali-duakali ya pernah. Tapi merokok itu engga ada untungnya malah justru merugikan kesehatan.

Sementara itu kalau dihitung-hitung, misal kamu bisa menghabiskan sebungkus rokok dalam sehari seharga IDR 15.000, dalam semingu sudah IDR 105.000. Dan dalam sebulan berarti IDR 420.000 anggaran kamu untuk membeli rokok yang kemudian kamu bakar.

Well, masalah ke-mati-gaya-an ketika ngobrol saya kira bisa diatasi. Tambah segelas es jeruk atau tahu goreng, misalnya.