Bukan tidak mungkin manusia mempunyai kesalahan. Lha manusia memang tempatnya salah dan dosa. Usai sebulan penuh puasa Ramadhan, seorang muslim akan merayakan kemenangannya melawan nafsu. Dalam perayaan Hari Raya idul Fitri kami saling memaafkan sesama manusia sebagai penyempurnaan dari ibadah puasa sebelumnya.

Lebaran menjadi momentum berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Merayakan hari kemenangan akan sangat kurang bila tidak bersama keluarga. Setidaknya itu yang saya rasakan. Berkumpul bersama keluarga itu memberi sensasi tersendiri.

Dari Ketupat Merah Putih sampai Perahu Layar

Kemeriahan Idul Fitri di kampung saya dirayakan serame-ramenya. Umbul-umbul berwarna-warni menghiasi jalanan kampung. Sebagian besar berwarna merah dan putih. Yup, sebenarnya ini ‘sisa’ dari perayaan 17-an kemarin.

ketupat-merah-putih

Ketupat Merah Putih

Pada malam idul fitri takbir keliling menjadi tradisi di kampung saya. Gerobak pun disulap menjadi kapal layar untuk memerihkan arak-rakan menelusuri jalan kampung tetangga.

kapal-layar

Kapal Layar

Well, Selamat hari raya idul fitri 1432 H. Mohon Maaf lahir dan batin.