Tag: Hidup

Bagaimana manusia bertahan hidup

Hal paling mendasar bagai manusia untuk bertahan hidup adalah dengan adanya energi di dalam tubuhnya.

Makan adalah cara manusia untuk mempertahankan supply energi tetap terkendali.

Dalam keadaan terdesak kemampuan manusia untuk bertahan hidup bisa menjadi berkali-lipat.

The Martian; sebuah film yang menggambarkan bagaimana manusia bertahan hidup. Sebagaimana juga tergambar dalam film-film lain semacamnya.

Tidak Sepenuhnya Kita Miliki

Sejak saya duduk di bangku Taman Kanak-kanak, Candi Mendut itu saya anggap sebagai taman milik sendiri. Akar-akar beringin di selatan Candi yang menjuntai ke bawah itu sering saya gantungi. Bayangkanlah saya bergelayut dengan menirukan gaya Tarzan yang saya saksikan di TV lengkap dengan aaauuuooo-nya.

Ketika saya duduk di bangku SD, nyaris tiap jam pelajaran Olah Raga, area lapang di sekitar Candi Mendut kami jadikan lapangan sepak bola atau kasti.

Hal serupa juga kami lakukan ketika jam sekolah usai atau hari libur. Bermain sepak bola di “lapangan candi” itu adalah hal biasa yang kami lakukan tanpa permisi kepada petugas penjaga.

Satu hari saya ajak saudara  masuk ke area Candi Mendut. Berasa taman milik sendiri saya pun bebas melakukanya. Saat itu saya sudah lama tidak bermain di sana. Sekitar kelas 1 atau 2 SMA. Seorang penjaga memanggil dan meminta kami masuk ke pos ketika kami akan memanjat tangga Candi. Aih, ada apa, pikirku.

Dapatlah kami ceramah dari Pak Satpam sementara para pedagang sekitar, yang kebanyakan adalah saudara saya, menyaksikannya. Intinya Pak Satpam masih mengizinkan kami bermain di sana. Tapi, setidaknya mintalah izin terlebih dahulu. Malu? Pasti.

Belakangan kejadian itu memberi saya pelajaran. Sesuatu yang sudah sejak lama saya anggap itu adalah milik saya, bisa jadi itu bukan sepenuhnya milik saya. Hal ini juga berlaku untuk anggapan-anggapan lainnya dalam hidup ini. Itu bukan sepenuhnya milikmu. Bisa jadi.

Tentang Pilihan

Pernah mengalami seperti terjebak atau masuk ke wilayah yang tidak diinginkan? Seperti ketika memilih jurusan pendidikan dan akhirnya pilihan jatuh pada salah satu yang membuatmu dilema.

Sebelum saya benar-benar memutuskan untuk belajar Teknik Informatika, Biologi dan Bahasa Inggris sempat singgah dalam pikiran. Butuh waktu cukup lama untuk meyakinkan diri mengesampingkan dua ilmu tersebut. Ketiganya sama-sama saya senangi bahkan Biologi dan Bahasa Inggris memiliki porsi lebih besar dalam hati saya dibanding Teknik Informatika.

“…Kau bilang hidup jangan disesali. Aku bilang hidup jangan dikecewakan…”

Saya biarkan mengalir meski akhirnya Teknik Informatika menjadi jurusan pilihan. Dan kini, mau tidak mau saya mesti konsisten dengan pilihan tersebut. Semua orang memang harus begitu, konsisten dengan pilihannya. Dan resiko dari setiap pilihan itu pasti ada.

Read more →

Hidup Ini Penuh Kejutan

Pernah merasakan hidup hanya begini begitu saja? Tak ada hal yang menarik atau semua jadi hambar lantaran monoton? Tidak ada kejutan? Yup, saya pernah. Sesuatu yang baru dan menarik tak selalu ada.

“…Ya, bahwa hidup memang penuh kejutan seperti sinetron, katamu…”

 

Secara tiba-tiba kamu mendapatkan cokelat dari seorang teman atau sepeda baru dihari ulang tahunmu? Atau bahkan seseorang baru yang belum kamu kenal sebelumnya muncul di kehidupanmu?

Sebenarnya semua itu bergantung bagaimana cara kita melihatnya. Sesuatu yang baru dan menarik akan ada mana kala kita melihat yang kita hadapi adalah sesuatu yang manarik. Cobalah untuk melihat secara perspektif dari sejumlah masalah. Apa yang kamu temukan? Hei, ada banyak hal menarik disana yang muncul tanpa kita duga!

Keep positive thinking! 🙂