Kuat tapi lemah

Saya masih kepikiran kejadian di depan Binus Syahdan kemarin petang. Bagaimana manusia dengan mudahnya tersulut emosi hanya karena hal yang sepele. Sejujurnya saya amat kesal dengan pengendara sepeda motor itu. Begitu sok jagoan.

Let me tell the story.

Sebuah taxi tak sengaja membuat sebuah sepeda motor tumbang di sampingnya. Saat itu macet agak parah. Taxi itu nyaris tak dapat bergerak bila sejumlah sepeda motor di sekitar tak menyingkir. Sialnya sepeda motor itu menyenggol bumper belakang taxi yang berimbas pada amarah. Bahkan saya yakin si sopir taxi benar-benar tak ada niat menjatuhkan. Kalau kamu ada di sana waktu itu, mungkin juga akan sangat sebal dengan macetnya. Tapi ia kelewat batas.

Amarah manusiawi pun keluar. Ia hantam kaca jendela mobil berkali-kali memaksa sopir segera keluar. Ia tarik bajunya dan mengepalkan tangan bersiap melayangkan tinju ke muka sopir. Lihatlah, betapa sopir itu amat ketakutan. Seseorang dengan usia pertengahan 40 barangkali. Sedikit beruban dan wajahnya teduh.

Saya jadi kepikir kalimat lama, orang yang kuat bukanlah orang yang mampu menjatuhkan lawan dengan pukulan. Orang yang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya.

1 Comment

Add yours →

  1. Ih kok begitu amat yak pengendara motornya? Udah tau dia yg salah. Jadi kasian sama pak supir taksinya 🙁

Leave a Reply