Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Rasa-rasanya jatah 12 bulan dalam setahun itu masih sangat kurang. Sayang, tak ada yang jual tambahan kuota bulan di konter sini.

Sudah menjadi tradisi tiap akhir tahun saya menuliskan kilas balik yang saya alami. Setidaknya beberapa tahun kebelakang sudah saya tulis di akhir tahun seperti sekarang ini. Sekedar untuk menjadi catatan bahwa setidaknya tahun ini saya tidak hanya diam di tempat tidur.

Tahun ini mencetak sejarah baru Indonesia. Walikota Solo itu akhirnya resmi menjadi presiden Indonesia periode 2014 – 2019 setelah mengalahkan rival-nya dalam pemilu presiden dengan sangat dramatis. Kau tau, siapapun orangnya, saya harap presiden Indonesia mampu memimpin negara ini untuk menjadi lebih baik. Mensejahterakan kehidupan rakyat itu prioritas.

Sejak April lalu saya sudah tidak lagi bekerja di Jogjahost. Saya mengajukan resign setelah menemui pilihan-pilihan yang membuat galau. Dan pada akhirnya kamu memang harus menentukan pilihan itu meski harus ada pilihan yang kau tinggal. Lain waktu akan kuceritakan keseruan bekerja disana, tempat bekerja beberapa bulan sebelum dan sesudah wisuda.

Bulan Mei tahun ini saya mulai bekerja di Closely Coded Pte Ltd, sebuah web design company, Singapura. First impression yang bagus ketika belum genap satu bulan bekerja saya mendapat kejutan di hari ulang tahunku. Big thanks, team!

Dan saya kira ini awal yang baik.

Perlahan, saya dan tiga orang kawan tengah membentuk tim untuk side projects. Mencari co-founder itu bisa jadi sangat penting ketika kondisi dimana kamu benar-benar tidak sanggup sendiri. Sempat ada beberapa project yang kami kerjakan bersama. Selain dari tim, alhamdulillah beberapa project freelance pribadi perlahan juga mengalir.

September tahun ini mulai lebih berasa kedekatan antara anak dan ibu. Ada rasa tanggung jawab sebagai anak laki-laki satu-satunya yang beliau miliki. You know what I mean lah.

O ya, akhirnya saya benar-benar rafting menggunakan boat karet. Tidak seperti belasan tahun lalu ketika saya mengarungi jeram menggunakan batang pohon pisang. Beberapa hari lalu saya juga berhasil menikmati matahari kembali ke peraduan dari atas Kalibiru.

Setiap tahun memiliki cerita masing-masing, dan semoga tahun depan lebih asik. Sampai jumpa tahun 2015.