Kenangan Asrama Mendut

Desa Mendut adalah sebuah desa kecil yang terletak di pinggir sungai Elo. Meskipun kecil, namun banyak kisah sejarah yang dimiliki oleh desa Mendut. Tidak hanya kemegahan candinya yang terkenal itu, namun juga Sekolah dan Asrama Putri Katholik yang menjadikan desa Mendut sebagai desa yang bersejarah.

Terletak di dekat candi Mendut pernah berdiri dengan megahnya bangunan asrama putri katholik dan gereja pada tahun 1908. Sekolah dan asrama ini memiliki sekolah dari tingkat taman kanak-kanak, Hollandsch-Inlandsche School (HIS) setingkat Sekolah Dasar (SD), MULO setingkat Sekolah Menengah dan juga kweekschool setingkat sekolah guru.

Sejujurnya saya tidak tahu yang sebenarnya terjadi di sana. Generasi 90an hanya bisa melihat bekasnya saja.

Yang saya dapati dari cerita nenek-kakek adalah bahwa di sana, yang sekarang menjadi komplek vihara, terdapat pilar-pilar besar. Pilar-pilar itu menopang atap bangunan sekolah. Kata mereka, orangtua kakek, yang kemudian saya panggil Mbah Buyut, adalah juru masak di sekolah itu.

Berawal dari 4 orang suster yang tinggal di sebuah rumah di desa Mendut pada tanggal 14 Januari 1908. Keempat suster itu adalah Sr. Aloysa, Sr.Florida, Sr. Ernestine, Sr. Jovina. Asrama itu menjadi begitu terkenal pada zaman Belanda. Lulusan dari Mendut sekarang sudah jarang sekali dan kalau pun adaย  usia mereka sudah 80 tahun ke atas.

gerbang asrama sekolah putri katholik mendut

gerbang asrama sekolah putri katholik mendut

Mendut pada tempo dulu tidak hanya terkenal karena sekolah dan asrama putrinya saja, tetapi dari sekolah ini juga dapat ditemukan generasi pertama keluarga-keluarga yang menjadi katolik di Jawa, bahkan di kemudian hari banyak siswi Mendut ini yang menyebarluaskan agama katolik di Jawa.

Sayang sekali, saya belumย dapat menemukan banyak sumber sejarah asrama Mendut ini. Saya sendiri hanya menemukan sedikit sekali sumber tertulis tentang mereka seperti buku yang di tulis oleh Rm. Mangunwijaya yang berjudul Balada Dara-Dara Mendut.

Asrama itu pada tahun 1948 dibakar dan dihancurkan oleh massa (termasuk kakek saya) dan yang tersisa kini hanyalah sebagian kecil dari bangunan itu yang berupa pintu gerbang.

Sekarang ini di desa Mendut terdapat vihara, candi dan gereja. Namun sebagian besar masyarakatnya adalah muslim. Hanya sepertiga dari keseluruhan yang non-muslim. Namun, kami tetap saling menghargai antar umat beragama.

38 Comments

Add yours →

  1. om…letak bangunan foto diatas disebelah mana ya? aku pengen liat sisa-sisa bangunan itu…

  2. Waw, itu hebat sekali. Mendut memang sejuta cerita

  3. i think is realy nice..
    keep posting dude..
    menambah banyak hal disini…
    seep lah epribadi..
    ๐Ÿ™‚

  4. cool,.I love that picture of the rest of this building..sgt atistik(pmikiran anak arsitek….hehehe)…I love It..

    • itu baru sebagian kecil saja dari bangunan utama. tapi sayang sekali saya belum bisa mendapatkan foto Gerejanya, kalo kamu punya, boleh dibagi di sini..:)

  5. agak merinding liat poto2nya keknya ada chemistry gimanaa gitu ^^’ berharap bisa jalan2 ke sana juga ๐Ÿ™‚ apalgi gratis, mau banget :mrgreen:

  6. weww. keren ya.. kek situs sejarah gt bangunannya.. ๐Ÿ˜‰

  7. wah kok yg d crtain kok desa q ya? da pa dngn desa mendut???????

  8. wow.. kasian juga ngliatnya

  9. nais inpoh…jadi pengen kesana

  10. boro boro ke candi mendut, ke budur wae aku jarang sob, jarang main magelang

  11. wah… bagus dech sekarang sudah damai. peace man! ๐Ÿ˜€
    kalo cowo emang ga boleh ikut asrama di sana yach?? *ngayal*

  12. koq dibakar sih rif emang kenapa?

  13. salam kenal mas ๐Ÿ™‚

    Btw suka dengan sejarah y ? saya nol besar di pelajaran sejarah ๐Ÿ˜€

  14. Candi Mendut, saya pernah mengunjunginya dulu waktu SD.

  15. temanya unik! gak kaget sih setelah melihat riwayat pendidikan!
    keep on writing! ๐Ÿ™‚

  16. selamat pagi.

    menarik banget gan.
    sebuah lokasi penuh nilai sejarah, dan harmoni toleransi beragama.
    mantab sekali.

    terima kasih dan mohon maaf ๐Ÿ˜ฎ

  17. Kata-kata terakhirnya saya suka mas.
    Seperti yang sudah tercantumkan di bhineka tunggal ika mas, walaupun kita berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

    Salam kenal mas.

  18. Desa mendut, hubungannya dengan Roro Mendut, apakah dekat sana mas ?

  19. bisa nih jadi target tujuan jalan2…hehehe…

  20. Waw…
    Benar2 habis ya bangunannya..
    Yang tersisa hanyalah sebuah pintu gerbang..

  21. kelihatannya angker ya…

  22. Bro, waktu liat fotonya , bikin tatut … ๐Ÿ˜† hahhaha

  23. gerbangnya masih kokoh ya walopun dah lama?? dideket rumah saya juga ada loji peninggalan Belanda.. sayangnya sering dibilang angker ma orang2.. ๐Ÿ™

  24. waktu ke borobudur aku pernah melewati desa mendut dan sekitarnya, letaknya yang dimana ya?? kalo di tempatku, peninggalan belanda cuma ada kuburan2 belanda aja, malah banyak banget.

  25. Salam indah buat sahabat yang lama tidak dikunjungi. Indah kembali setelah melalui waktu untuk bergabung semula berkongsi ilmu dan pesan.

    Tanpa catatan sejarah yang kekal tentang masa lalu sering membuat kita penasaran untuk mengetahuinya. Oleh itu, haruslah kita membuat catatan agar generasi akan datang dapat mengetahui tentang kita suatu hari nanti.

    Salam dari Indahkasihku.

  26. waaah itu cuman tinggal gerbangnya doang ya?
    sayang banget ya
    peningglan kek gitu seharusnya dilestarikan tuh

  27. di sebelah mananya sih ini dr candi???

    kok kayaknya klo lewat mendut ga ada ya…

  28. ya saya pernah main didesa depan mendut yg rumahnya ada kolam ikannya, itu rumah nenek kwn saya yg berama bono,,,,,he..he..he crita dikit.

  29. arif kamu orang mendut juga ya…!! ak juga asli mendut lho… !!

  30. setuju tentang adanya saling menghargai antar umat beragama. emang kenapa dibakar masa bro? sejarahnya gmana?

Leave a Reply