Kemarau dan Debu Merapi

Sudah beberapa minggu wilayah Magelang tidak turun hujan. Kemarau. Bila siang hari udara panas menyengat dan bila malam hari udara terasa dingin menusuk tulang. Sisa-sisa debu muntahan Merapi kini mudah sekali beterbangan bila ada angin berembus. Di jalanan, di atas genting, pada daun dan ranting pohon masih ada saja debu sisa Merapi.

Sejak erupsi Merapi yang terakhir beberapa bulan lalu, hujan sempat turun dan menyapu abu Merapi meski tidak seluruhnya. Hujan yang tak kunjung turun lagi dan udara panas di siang hari membuat debu-debu itu mudah sekali beranjak dari tempat satu ke tempat lainnya.

Jalan Raya Jumoyo, Salam

Jalan Raya Jogja - Magelang, Jumoyo, Salam

Saya pun kini harus mengenakan masker tiap kali pergi mengendari sepeda motor. Padahal sebelumnya saya jarang memakai masker. Selain agar meminimalisir masuknya debu ke paru-paru, asap hitam dari knalpot kendaraan itu sungguh menyebalkan.

Pemukiman Warga Jumoyo yang Telah Tertimbun Material Merapi

Pemukiman Warga Jumoyo yang Telah Tertimbun Material Merapi

Jalan raya Jogja-Magelang di daerah Jumoyo Salam yang pernah tertimbun material dari Merapi menjadi lahan yang mudah sekali menyebarkan debu ketika kendaraan melintasinya.

sungai pabelan setelah terkena lahar dingin

sungai pabelan setelah terkena lahar dingin

Jembatan Pabelan yang putus karena terkikis derasnya aliran lahar dingin kini sudah dibangun lagi dan dapat dilalui. Wajah sungai Pabelan berubah sejak menjadi sirkuit lahar dingin Merapi. Dulu alirannya airnya cukup deras namun sekarang lebih banyak pasirnya.

Semoga hujan lekas turun dan memberi kesejukan.

24 Comments

Add yours →

  1. sekitar satu bulan yang lalu saya lewat jalan tsb, tampaknya masih belum ada perubahan ya..
    tetap saja banyak pasir di kiri dan kanan jalan..

  2. semoga hujan lekas turun..
    tapi di kampung saya, Klaten, abu belum terlihat, Mas..

  3. Wah, sudah beberap Minggu ya Mas? Semoga saja kemaraunya tidak sampai berbulan-bulan, atau bahkan lebih lama lagi…
    Berharap hujan segera menetes 🙂

  4. ngenes liat foto2nya … moga cepet turun hujan deres, biar semuanya jadi ijo lagi

  5. emmmm, mengapa proses menuju tanah yang subur itu seringkali harus melalui proses yang kurang mengenakkan ya….

  6. Betul mas kalau hujan turun pasti akan mengurangi debu tapi juga bikin jalan licin.

  7. meskipun di tempat saya (kotagede) sudah g lagi terasa debunya, tapi saya ngerti rasanya, soalnya dulu juga di Kotagede kebagian hujan abu yang lumayan banyak

  8. ia mas.. saya kemaren pas mau ke salatiga lewat magelang, wahh pasir e beterbangan mas.. udah gitu panas terik..
    jembatan pabelan tp sekarang malah jadi lebih bagus dibandingkan dl

  9. Turut berdoa semoga hujan lekas turun. Klaten sepertinya sama panasnya dan juga berdebu, ya, Mas?

  10. terakhir lewat jalanan itu desember tahun lalu, masih blom ada perubahan ya?

  11. Semoga cepat turun hujan. diwilayah saya ( kal-sel) pun jarang hujan

  12. semoga juga hujan dana dan perhatian dari pemerintah turun dengan deras iia kang.. gag sekedar hujan biasa yg menyejukkan itu 🙁

  13. jadi punya ide bikin semacam kamar wartel yg di situ disediakan sofa dan tivi. di depan ditulis: ruangan bebas debu. 5000/jam.

Leave a Reply