Sekitar satu kilo meter dari rumah ada track jogging lapangan Soepardi. Beberapa tahun belakangan tiap weekend lapangan itu selalu ramai di pagi hari. Kebanyakan dari mereka olahraga jogging keliling lapangan. Sisanya sepakbola atau sekedar jalan-jalan pagi menikmati hari libur.

Nike+ 7 Maret 2015. Berlari di Borobudur

Nike+ 7 Maret 2015. Berlari di Borobudur

Rutinitas kerja yang terlalu banyak menguras waktu duduk sempat membuat khawatir soal pembuncitan perut. Sekarang saja sudah mulai terlihat kemajuan perut ini.

Dari itu olahraga menjadi rutinitas tiap Sabtu dan Minggu pagi. Atau kadang juga sore hari jika paginya ada sesuatu yang mesti saya kerjakan. Setidaknya ada waktu 2 hari dalam seminggu yang bisa saya gunakan untuk membakar lemak dan menjaga fungsi otot tetap bekerja sebagaimana mestinya.

Dulu sewaktu masih kuliah untuk menggerakkan otot-otot kaki tidak harus menunggu akhir pekan. Untuk ke kampus bahkan saya berjalan kaki. Belum lagi menaiki tangga dan berpindah dari gedung satu ke gedung lainnya.

Bahkan saat masih SMA, bersepeda dari rumah sampai Ketep dengan jarak tak kurang dari 20 KM pun saya lakoni. Dengan asik.

Berbeda dengan sekarang. Untuk berolahraga mesti benar-benar meluangkan akhir pekan.

Sempat beberapa kali tiap Jumat sore usai kerja bermain bulu tangkis dengan kawan-kawan. Entah kenapa itu tak lagi berlanjut. Karena capek setelah seharian otak kami terperas. Mungkin.

Akhirnya saya berlari. Lebih sering berlari di track Soepardi. Tapi saat ingin suasana lain, jogging di sekitar Borobudur asik juga. Kadang berlari berputar mengelilingi lapangan itu membosankan.

Jogging di area dengan hamparan tanaman padi di kanan-kirimu itu bisa juga menghilangkan stress. Jadi, kapan kamu akan ke Borobudur agar bisa jogging bersama atau agar bisa kukejar dirimu? #eh