Jalur Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri

Sebuah perjalanan menempuh waktu enam jam untuk sampai Surya Kencana dan satu setengah jam lagi untuk sampai puncak Gn Gede.

Jalur pendakian Gunung Gede via Gunung Putri adalah salah satu jalur favorit bagi pendaki. Selain jalur Gunung Putri, untuk dapat sampai puncak Gunung Gede dapat mendaki melalui jalur Cibodas dan Selabintana. Untuk pendakian kali ini saya dan kawan-kawan memutuskan untuk memilih jalur putri sebagai jalur pendakian kami.

Matahari telah benar-benar tenggelam ketika kami tiba di Terminal Kampung Rambutan. Jam menunjuk angka 10 namun gemuruh mesin-mesin disel lengkap dengan teriakan calo pencari penumpang masih bersautan. Kami akan menumpang bus Marita hingga Jalan Raya Cipanas selama 3 jam. Kemudian dari tempat turun bus perlu waktu 45 menit perjalanan dengan mobil angkot yang bisa kamu sewa hingga basecamp.

Udara dingin sukses membuat tubuh menggigil begitu kami turun dari mobil. Kami bersiap untuk istirahat. Jam menunjuk angka 1 dini hari.

Pagi harinya sekitar jam 8 kami prepare dan satu jam kemudian baru memulai pendakian. In my humble opinion, kalau kamu berasal dari Jakarta lebih baik berangkat sesore mungkin agar tiba di basecamp tidak terlalu larut dan kamu punya waktu lebih untuk prepare pagi harinya.

simaksi gunung gede via jalur gunung putri

simaksi gunung gede via jalur gunung putri

Sebagai pemanasan, jalur putri menyuguhkan track dengan kebun sayur di kanan-kirinya selama satu jam perjalanan. Dan di tengah perkebunan kamu akan menemui pos petugas pengecekan simaksi. Setelah itu jalur setapak dengan bebatuan yang tersusun rapi akan menemanimu memeras paru-paru selama satu jam di dalam hutan. Jalur Putri pendakian Gunung Gede ini nyaris tak ada bonus track datar. Jalur ini memaksamu merayapi setiap kemiringannya.

Semakin ke atas bebatuan yang kamu pijak semakin berkurang dan digantikan oleh tatar-rambat dari tanah atau akar dari pohon-pohon sekitar.

pos gunung gede

pos gunung gede

Tak jelas ada berapa pos di jalur putri. Tak ada papan nama pos, atau mungkin saya yang tak membacanya?

FYI, di jalur pendakian Gunung Gede via Putri terdapat beberapa warung yang menjajakan kopi, susu, gorengan dan cemilan lainnya. Jadi kamu tak perlu takut kelaparan jika mendaki via jalur ini pada akhir pekan. Kata seorang penjual yang saya tanyai, ia sengaja membuka warung setiap akhir pekan karena pada akhir pekan ramai para pendaki.

Sebab adanya warung-warung itulah saya jadi tak bisa membedakan apakah itu pos atau bukan.

Oh ya, sepanjang jalur ini tak ada sumber mata air yang dapat diminum. Jadi sebaiknya kamu membawa bekal minimal 2 botol besar air mineral.

Tengah hari saya dan rombongan berhenti cukup lama. Kami harus menunggu kawan yang masih tertinggal di belakang. Sementara itu kabut tipis mulai turun. Saya khawatir jika terjadi hujan. Tentu jalur tanah dengan akar-akar pohon penahan pijakan itu akan sangat licin.

Terlalu lama berhenti justru membuatmu semakin dingin. Keringat yang terjebak dalam pakaian dan udara lembab menciptakan kain yang kamu kenakan menjadi makin basah dan dingin. Jika perlu, gantilah pakaian pada saat seperti itu.

Jalur pendakian makin dipenuhi pohon-pohon besar dengan akar yang menusuk-nusuk tanah. Akar-akar itu bisa kamu jadikan pijakan. Kemiringan  yang ada pun semakin memerlukan kehati-hatian ekstra jika kamu tak ingin tergelincir jatuh.

Sekali lagi, ada beberapa warung yang tersedia jika kamu membutuhkan kopi untuk menghangatkan tubuh.

Selepas Simpang Maleber kemiringan jalur pendakian semakin membuatmu mudah putus asa dan rasanya tak ingin melanjutkan. Namun jangan menyerah, karena selepas tanjakan ini kamu akan menemui track berbatu lagi. Dan ini adalah track bonus yang akan mengantarmu ke Alun-alun Surya Kencana.

alun alun surya kencana

alun alun surya kencana

Jam 3 sore saya injakkan kaki di Surya Kencana yang terkenal itu. Disambut oleh ribuan tanaman Edelweis dan 3 kawan yang lebih dulu tiba. Kami mendirikan tenda di area Surya Kencana ini.

Kami beristirahat di dalam tenda petang itu karena di luar kabut turun dan menciptakan butiran gerimis.

Summit Attack

Sekitar jam 5.30 keesokan harinya kami tinggalkan tenda untuk menuju puncak Gunung Gede. Tak lupa membawa serta beberapa botol air mineral. Jalur menuju puncak sudah tertata bebatuan kecil. Namun ketika hampir tiba di puncak jalur yang dilewati sedikit berpasir.

Saya tiba di Puncak Gunung Gede pada jam 7 pagi. Hembusan angin yang kencang dan kabut yang amat dinamis sesekali menghalangi matahari dari pandangan. Dari seberang sana terlihat Gunung Pangrango yang amat cantik.

Galeri Pendakian Gunung Gede

10 Comments

Add yours →

  1. Asiiikk, naik2 ke puncak gunung

  2. min via putri ada sumber air di sepanjang jalan.?

  3. Min, kalau saya naik kereta dari sby turun di jkt, stasiun mana yang deket dengan terminal untuk ke cipanasnya?

  4. 2 botol cukup kah dr base camp ke surken ?

  5. Min ada kontak orang putri Ga buat daftar simaksi..?

Leave a Reply