Mungkin sudah ada tiga kali saya menonton film karya Christopher Nolan, Interstellar. Dan selalu saja ketika sedang atau setelah menonton film ini muncul sejumlah pemikiran yang merangkak dalam benak saya.

interstellar

Interstellar

Besarnya semesta

Saya adalah orang yang percaya bahwa semesta tidak tercipta dan ada begitu saja tanpa ada campur tangan yang menciptanya. Soal bagaimana proses terjadinya, orang-orang hanya bisa menebak-nebak. Tapi satu yang saya yakini adalah bahwa ada yang menciptakan ini semua dan pasti Dia memiliki daya kuasa.

Semakin manusia dapat berkelana antar galaksi berarti semakin manusia itu tahu bahwa dunia yang kita huni tidak sebatas bumi saja. Terbayang seberapa besar jagad raya kita? Maksudku, seberapa kecil kita yang berdiri di bumi jika seseorang mengamatimu dari luar angkasa sana?

Lubang hitam itu apa

Saya selalu tertarik untuk mengetahui benda apa ini sebenarnya dan kemana akan membawa seseorang jika ia telah memasukinya?

I have no idea about that. Bahkan bisa jadi para ilmuwan hingga saat ini belum dapat mengetahui benar apa yang ada di dalamnya.

Relativitas waktu

Dalam kitab suci yang saya yakini, disebutkan bahwa Tuhan menciptakan matahari dan bulan sebagai patokan untuk perhitungan waktu. Evolusi bulan terhadap bumi yang menghasilkan hitungan 1 bulan. Perputaran bumi mengelilingi matahari menjadi tanda tahun.

Lalu bagaimana jika seseorang tinggal di luar sistem tata surya ini?

Apakah bulan dan matahari tetap menjadi patokan waktu?

Atau adakah patokan waktu yang lebih besar dari matahari?

Maksudku, matahari pun berevolusi terhadap sesuatu itu. Sehingga saya bayangkan terjadi proses mengelilingi antara bulan terhadap bumi, bumi terhadap matahari, dan matahari terhadap sesuatu yang lebih besar darinya. Sehingga yang terjadi adalah relativitas waktu. Waktu di luar angkasa berjalan lebih lambat dibandingkan dengan waktu di permukaan bumi.

Dan pada akhirnya kita bertanya-tanya dimanakah posisi kita di antara bintang-bintang?