Hadapi saja

Pernah sekali waktu di tingkat SMP saya mengenakan celana OSIS untuk pramuka. Celana biru itu nekat saya kenakan karena celana cokelat pasangan baju berlabel pandu dunia tiba-tiba saja lenyap pada hari itu. Jadilah celana yang ada saya pakai.

Dengan kesadaran penuh bahwa keputusan kala itu bakal berimbas pada hukuman. Atau paling parahnya menjadi bahan tawa kawan-kawan. Bayangkan saja, baju pramuka cokelat dengan celana berwarna biru tua. Betapa sangat tidak mesranya sepasang seragam itu.

Dan pada akhirnya ketika sampai di sekolah sesuai dugaan. Saya menghadap Bu Jeki, seorang wanita tua yang berlaku sebagai pembina pramuka. Meski wanita tua, percayalah tak satupun siswa sekolah kami yang berani padanya. Beliau adalah guru Bahasa Inggris yang berkharisma. Lain kali akan saya ceritakan tentangnya jika tak lupa.

Tapi ada satu alasan mengapa saya lakukan hal itu. Terlepas dari ada atau tidaknya konsekuensi, datang dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi itu lebih baik. Walau kadang tak bisa dipastikan alasan itu bakal diterima.

1 Comment

Add yours →

  1. The power of kepepet pastinya membuat kita semakin berani, tapi tergantung orangnya juga sih. Saya yakin nggak sedikit orang yang ketika mendapatkan problem seperti itu yang ada malah nggak sekolah.

Leave a Reply