Dunia Yang Hilang

Saya adalah salah satu dari sekian juta manusia yang beruntung. Saya hidup di era modern yang bahkan hanya menggunakan alat selebar daun kelor saya bisa berbicara bahkan bertatap muka dengan orang yang berada jauh  di seberang sana. Jelas tak pernah dibayangkan oleh mereka yang hidup seribu tahun sebelum saya lahir.

Bukan sepenuhnya saya menyalahkan kemajuan teknologi, bahkan saya sendiri termasuk yang senang di bidang ini. Namun saya juga merasakan ada sesuatu yang hilang karena kemajuan teknologi ini. Kemajuan ini terlalu pesat. Sekarang bukan hal yang mustahil lagi orang bisa bertatap muka langsung dengan orang lain yang berada jauh di tempat lain.

Perkembangan teknologi khususnya telekomunikasi memberi dampak yang sangat banyak sekali terhadap kehidupan manusia sekarang ini. Banyak sekali manfaat yang didapat dari sini. Namun seperti yang saya katakan di atas, saya merasa ada sesuatu yang hilang akibat perkembangan teknologi yang amat pesat ini. Kalau dulu sekitar 15 tahun yang lalu saya masih sering sekali menjumpai binatang yang bisa memancarkan cahaya sendiri di malam hari. Kunang-kunang yang sering menjadi alasan kami untuk bermain di luar usai mengaji.

Kami mencarinya di sawah yang ditanami padi. Kira-kira 50 meter dari rumah Mbah Sahid, guru mengaji kami, di sawah dekat jalan raya itu kami biasa mencarinya. Tak jarang saya pulang dengan kaki dan celana yang kotor karena terkena tanah atau bahkan terpeleset di pematang sawah.Kami mendapakan paling sedikit 20 ekor kunang-kunang, jumlah yang sekarang dibilang terlalu banyak.

Keceriaan yang kami dapat hanya karena kunang-kunang kelihatannya mungkin tak sehebat keceriaan yang didapat dari Playstation. Namun jangan salah, saya merasakan yang kami dapat dari kunang-kunang itulah yang justru melebihi dari Playstaion atau video game lainnya. Karena dengan itu keceriaan anak desa yang menurut saya murni.

Lalu? Hilangnya kunang-kunang memang bukan dampak langsung dari kamajuan teknologi informasi. Namun adalah dampak dari kemjuan teknologi lainnya, pertanian misalnya. Juga karena kelakuan manusia yang sering merusak alam. Global warming tentu juga merupakan penyebab dari hal ini.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tentu merupakan suatu prestasi yang dicapai oleh peradaban manusia zaman modern ini. Dengan teknologi yang semakin canggih, hidup kita juga akan semakin kepenak. Ingat, harus tetap dipikirkan tentang keseimbangan dengan alam. Kemajuan teknologi jangan sampai merusak alam. Prestasi ini sudah menjadi suatu keharusan untuk lebih menyeimbangkan dengan alam. Merawat. Agar dunia ini “tak hilang”.

6 thoughts on “Dunia Yang Hilang

  1. Vira

    betul banget. kunang-kunang sekarang sudah sangat langka sekali. tidak seperti saat aku masih kanak-kanak

    Reply
    four years and six months ago March 06, 2010
  2. ya inilah konsekuensi dari makin berkembangnya ilmu pengetahuan yang tidak diimbangi dengan pengertian terhadap alam

    Reply
    four years and six months ago March 06, 2010
  3. yah. emank kita harus menjaga alam.. agar jangan sampe alamnya rusak sehingga menimbulkan efek yg negatif. setuju klo kunang2 sdh mulai langka krn alamnya pun yg rusak, ayo stop global warning, agar hewan, tumbuhan dan binatang2 lainya gak hilang bahkan punah atau rusak.

    Reply
    four years and six months ago March 08, 2010
    • mari kita bersama-sama menjaga dan merawat alam.. :)

      Reply
      four years and six months ago March 08, 2010
  4. yukk mulai mencintai alam dari diri sendiri dan mulai dari hal-hal kecil, misalnya aja kurangi penggunaan kertas utk hal yg gak berguna, bayangkan brapa byk pohon yg ditebang untk menghasilkan kertas2 itu atau kurangi penggunaan kantong plastik..yg tidak bisa terurai dialam

    Reply
    four years and six months ago March 08, 2010
    • yups, bener banget.. :)

      Reply
      four years and six months ago March 09, 2010

What Do You Think?