halilintar roller coaster dufan

Halilintar – roller coaster Dufan

Nyaris 12 tahun lalu sejak saya injakkan kaki di tempat ini. Dunia Fantasi Ancol menjadi tujuan wisata yang kami idam-idamkan kala itu.

Sebagai siswa SMP yang berada jauh di timur Jakarta sana tentu amat girang mendengar kabar kami akan study tour ke Jakarta. Terbayang wahana-wahana Dufan yang sering kami lihat di televisi bakal kami coba semua!

Belakangan saya tahu bahwa pada akhirnya kita hanya bertukar tempat. Orang Magelang study tour ke Jakarta. Pun sebaliknya orang Jakarta study tour ke Magelang.

Masih ingatkah dengan Osman? Kamu bisa membaca lagi kisah tentang radio yang menyatukan kegemaran kami tentang Iwan Fals jika kamu belum mengenalnya.

Kami tiba di loket Halilintar menjelang tengah hari. Matahari membagikan terik dengan sombongnya. Sementara antrian begitu panjang. Saya mengajak Osman untuk mencoba wahana ini. Terlihat dari garis wajahnya seolah berkata enggan untuk mencobanya. Barangkali nyalinya tak cukup atau enggan karena antrian terlalu panjang.

“Ayo, Os. Kita mesti coba jetkoster ini”

Ia menolak kemudian saya lemparkan kalimat ajaib.

“Masa gitu aja ga berani. Ora sumbut le kemlinthi!

Akhirnya ia pun berkenan setelah saya katai demikian. FYI, sejak duduk semeja kelas 1 SMP dulu kami sering dianggap anak kembar oleh kawan-kawan. Baru setelah beranjak besar kami menemukan garis wajah kami masing-masing dan istilah anak kembar itu pun tak berlaku lagi.

Annual Pass.

Kala itu kami datang rombongan sekitar 100 orang. Saya lupa berapa iuran yang mesti dibayarkan untuk setiap kepala. Bahkan saya baru tahu tiket masuk Dufan saat ini seharga IDR 270. Jika mau, kamu bisa ambil Annual Pass yang bisa digunakan sepanjang tahun. Tentu harganya sedikit lebih mahal, IDR 350.