Dua Banding Satu

Tuhan menciptakan manusia yang dibekali dengan satu mulut dan dua telinga secara normal. Tangan dan kaki masing-masing kiri dan kanan. Serta dua mata untuk melihat.

“…Seseorang akan merasa dihargai mana kala cerita-ceritanya didengar dengan seksama…”

 

Manusia hanya mempunyai satu mulut sementara dua telinga masing-masing disisi kanan dan kiri. Artinya, mendengarkan lebih banyak dari bicara. Seseorang akan merasa dihargai mana kala cerita-ceritanya didengar dengan seksama. Belajarlah menjadi pendengar yang baik.

Dua mata untuk melihat. Tuhan menciptakan alat penglihatan berkuantitas lebih banyak dari mulut. Dua banding satu. Maka lebih banyaklah melihat, membaca. Belajarlah menjadi penglihat dan pembaca yang baik.

Dua tangan, kiri dan kanan. Berkarya menciptakan hal yang berguna. Tunjukkan karya terbaik yang telah dibuat. Belajarlah menjadi orang yang tidak hanya mengumbar omong kosong. Buktikan dengan karya.

Dua kaki untuk melangkah. Lari dan kejarlah impian-impian. Langkahkan kaki menuju tempat positif. Berlajarlah untuk lebih berhati-hati melangkahkan kaki.

Satu mulut, dua mata, dua tangan dan dua kaki. Buktikan kepada dunia betapa mampunya kita, jangan hanya omong kosong.

 

 

— October 11, 2011

Crafted from Borobudur with a cup of by Arif Riyanto