Tahun ini adalah acara reuni dan buka bersama dengan kawan-kawan SMP yang kesepuluh. Artinya sudah sembilan tahun sejak kelulusan pada 2006 silam.

Tahun pertama acara ini dimulai saat itu saya tidak hadir. Entah apa alasannya, saya lupa. Kemudian reuni yang kedua hingga yang ke satu dekade ini saya tak pernah absen.

Mungkin saat pertama dilaksanakan tak pernah terpikir oleh kawan-kawan bahwa akan serutin ini acara reuni sekaligus buka bersama dilaksanakan. Memang momen yang dipilih adalah saat Ramadan seperti ini, ketika kawan-kawan di perantauan telah kembali.

Tiga tahun pertama kegiatan ini dilaksanakan tak banyak kendala. Kami yang saat itu masih SMA tak sulit untuk berkumpul meski tidak satu sekolah lagi. Beberapa dari kami memang memilih untuk melanjutkan sekolah agak jauh. Biarpun begitu mereka tetap pulang ke rumah masing-masing dan di akhir pekan dengan mudah dapat berkumpul. Bahkan kawan-kawan yang rela menjadi panitia pelaksana bersedia mengantar undangan dari rumah ke rumah.

Kendala mulai muncul ketika titel sebagai mahasiswa melekat. Terlebih sejumlah kawan memutuskan untuk bekerja usai lulus SMA. Ada yang merantau ke kota lain bahkan pulau seberang. Usaha untuk mengumpulkan mereka semakin sedikit hasilnya. Semua orang punya urusannya masing-masing.

Saya jadi ingat seorang guru pernah berkata bahwa bisa saja ketika kalian masih duduk dalam satu kelas tak ada kesulitan untuk ngobrol bahkan bersenda gurau. Tapi ketika sepuluh-duapuluh tahun lagi ketika kalian masing-masing terpisah. Momen reuni akan menjadi hal yang amat berharga.

Dan benar saja, meski diantara kami telah menjadi bapak, tentara, reporter TV, guru, pengusaha, pekerja pajak, developer, tapi bercanda kami ketika berkumpul tetap saja serasa masih sekolah SMP.

Kamu memang tak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan tak kubayangkan sepuluh tahun lalu bahwa hari ini bisa berkumpul kembali dengan kawan-kawan. Saya kira kami akan semakin sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi ya, saya harap sih tahun depan bisa reuni lagi.