Meski tinggal di kawasan wisata Borobudur tidak lantas membuat saya sering mengunjungi tumpukan batu dengan nilai histori tinggi itu. Bahkan saya lupa kapan terakhir naik Candi Borobudur. Mungkin beberapa tahun lalu ketika masih SMA.

Saya bahkan sempat pangling dengan lokasi loket tiket yang kini telah dipindah ke depan.

FYI, untuk wisatawan domestik kamu bisa masuk lokasi dengan harga IDR 30.000. Sedang untuk wisatawan domisili kawasan wisata Borobudur seperti saya ppssttt… gratis. Dengan beberapa syarat tentunya. Salah satunya adalah kenal dengan penjaga Candi. #eh.

Kebanyakan dari kami warga kawasan wisata Borobudur bukanlah hal yang wow untuk berkunjung ke candi. Mungkin karena saking terbiasanya sehingga hal yang menurut orang-orang luar mengagumkan, justru terasa biasa saja bagi kami.

Tapi tetap saja, mahakarya itu adalah sesuatu yang keren yang diwariskan nenek moyang kepada kita. Arsitektur dengan detail yang begitu rinci.

Sejak Sabtu lalu sebenarnya saya ingin berkunjung kesana. Namun cuaca setelah jam 12 siang selalu hujan. Akhirnya pagi ini saya pergi kesana. Tiba-tiba saya merasa kangen dengan aroma batu itu sehingga saya harus mengujunginya kembali.

Mungkin ada seribu lebih pengunjung hari ini. Cuaca panas terik tak menghalangi minat wisatawan domestik dan manca untuk berkunjung.

Jadi, kapan kamu akan berkunjung kemari? Atau mungkin bisa mampir ke rumah saya dan kita bisa minum teh hangat ditengah kabut pagi Menoreh.