Bahasa Ibu

Bahasa ibu adalah bahasa verbal yang pertama kali dipelajari oleh manusia dan kemudian ia gunakan sebagai cara berkomunikasi dengan manusia lain.

Seseorang bisa saja menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa ibu setelah beranjak dari masa kanak. Namun pada umumnya bahasa ibu akan tetap melekat dalam benak orang itu sebagai sesuatu yang akan ia gunakan meski dalam hal sekecil menghitung angka 1, 2, 3.

Umumnya orang-orang akan melakukan hal sesederhana menghitung angka 1, 2, 3 dengan bahasa ibu mereka. Jika kamu tidak, itu berarti termasuk orang yang tidak umum.

Saya misalnya, akan menggunakan siji, loro, telu untuk berhitung. Walaupun bisa saja menggunakan satu, dua, tiga atau one, two three.

Sama halnya ketika saya jumpai orang-orang yang telah saya ketahui dapat berbahasa dengan bahasa ibu yang sama. Kawan sekantor, sopir angkot, penjual nasi goreng, penjual nasi uduk, penjual mie ayam, penjual warteg, penjual ketoprak dan lainnya maka piye kabarmu pun berasa lebih akrab.

1 Comment

Add yours →

  1. Memang lain ya. Kalau pas beli sesuatu lalu kita tahu si penjual ‘dari sono’, sedikit “Boten usah angge kecap, Pak/Buk!” akan membuat penerimaan jadi lebih renyah

Leave a Reply