Category: Ide

Bereskan Folder Download dalam Otakmu

finder download

finder download

Salah satu kebiasaan buruk yang saya miliki adalah tidak segera merapikan folder Download usai mengunduh sesuatu dari internet. Akibatnya berkas-berkas yang ada di dalamnya menumpuk dan sering kali kesulitan mencari file yang saya ingini.

Idealnya, saya rapikan berkas yang telah saya download itu begitu prosesnya selesai. Lalu memindahkannya ke dalam folder sesuai kategori file yang saya buat. Nyatanya tak berjalan semulus itu. Begitu proses download selesai, lalu saya buka file itu, dan ketika urusan dengan file itu kelar saya tak langsung menghapus atau memindahkannya.

Ada dua jenis file dalam pembagian saya secara umum; long-term dan temporary.

File long-term adalah file yang perlu saya simpan untuk beberapa lama. Misal, aset foto, audio, Skecth, PSD. Yang mana file-file tersebut ada kemungkinan besar akan saya buka lagi.

Temporary biasanya adalah file master aplikasi, yang mana ketika selesai install aplikasi itu maka tidak saya perlukan lagi.

Sama halnya ketika saya membaca atau mendengar informasi dari Facebook, TV, omongan orang atau dari manapun. Memilah-milih apa yang mesti saya simpan atau buang juga butuh  effort.

Terlebih makin pesatnya sebaran informasi dewasa ini hingga apapun bisa kamu download ke dalam otak jika mau.

Pandai-pandailah mengunduh informasi atau segera bereskan folder dalam otakmu. Simpan atau segera hapus jika memang harus.

 

Kantor Yang Ideal

Jumat kemarin ada perbincangan tentang kantor yang ideal dengan kawan saat makan siang.

Memang, untuk area perkantoran industri kreatif di Jogja saat ini bisa dibilang masih sangat jarang. Pacific Building di Jalan Solo itu salah satu yang cukup mencolok. Sejumlah industri kreatif atau startup lebih banyak menyewa bangunan perumahan sebagai basecamp.

Bicara soal kantor ideal, bagi saya sebenarnya untuk saat ini bukan gedung yang mewah di tengah keramain kota. Sebab dengan posisi sebagai Web Developer, yang mana bisa mengerjakan task dari mana saja, saya lebih senang berada di pedesaan yang sejuk dan jauh dari keramaian. Dan yang pasti ada jaringan internet.

Tapi benar, sekali waktu saya coba mengerjakan task di area persawahan dekat rumah. Kicauan burung-burung dan semilir angin alam itu memberikan nuansa berbeda. Beruntung area rumah terjangkau operator seluler  Tri dan Smartfren, jadi untuk urusan koneksi tidak ada masalah.

Efek positif dari sisi psikologis dan psikis juga saya rasa lebih banyak bila sekali duakali bekerja di alam terbuka. Selain itu juga menghemat biaya listrik untuk lampu dan AC, tho?

Jadi kepikiran untuk membangun co-working space di area Borobudur seperti Hubud di Bali.

Seringkali terjadi ketika menumui kebuntuan problem solving atau sekedar buntu ide saya melakukan hal ini: pejamkan mata, tarik nafas dalam, rileks. Saya percaya ketika satu atau dua indera kita turunkan dayanya, maka akan meningkatkan daya indera yang lain. Tidak semua problem tuntas dengan cara itu sih, tapi setidaknya itu cukup efektif untuk saya yang sehari-hari bekerja dengan logika dan sedikit seni. Coba deh!
Kadang saya berpikir bahwa semakin dewasa seseorang kebutuhan materi yang mesti ia penuhi juga semakin banyak. Terlepas dari slogan bahwa materi bukanlah segalanya, tapi realistisnya adalah bahwa materi itu juga diperlukan. Sore ini saya ngobrol dengan seorang kawan tentang kost di daerah Jogja. Rentang harga kost di Jogja untuk kelas sedang antara IDR 350K sampai IDR 600K. Sebenarnya ada juga kost dibawah rentang harga itu, namun kondisi fisik dan suasana kadang tidak nyaman. Yang paling saya ingat dari obrolan sore ini adalah bahwa jangan turunkan derajat hidupmu, tapi naikkan pendapatanmu.
Ketika jalur alternatif menjadi pilihan utama dan dicari banyak orang, maka semua tumpah ruah memadati jalur alternatif. Akibatnya, jalur alternatif menjadi lebih macet dari jalur utama. Karena semua orang berpikir sama untuk melalui jalur alternatif agar terhindar dari macet. Sementara yang terjadi adalah perkiraan tidak selamanya tepat. Ini sering kali terjadi dalam pilihan-pilihan hidup.

Menjadi Expert

Seorang founder salah satu media sosial di Indonesia pernah berdiskusi pada satu kesempatan. Ia mengungkap bagaimana untuk bisa naik ke tingkat expert. Ada empat poin utama yang ia sampaikan.

  1. Belajar Karena Cinta
    Ini hal mendasar. Akan lebih berkesan ketika kamu berbuat sesuatu karena keinginan diri kamu sendiri dibanding karena orang lain. Berlaku juga pada hal yang kamu pelajari.
  2. Belajar 1000 Jam Lebih
    Jangan pernah puas dengan ilmu yang kamu dapat saat ini. Cobalah hal-hal baru. Teknologi berkembang pesat. Bahasa bahasa baru bermunculan dan itu bisa menjadi sangat menarik jika cinta sudah kamu tanamkan di hati untuk mempelajarinya.
  3. Belajar Dari Senior
    Perhatikan dan pelajari bagaimana mereka belajar dan berusaha untuk mencapai titik expert.
  4. Cari Teman Diskusi
    Setidaknya ada yang memberi masukan atau menampung uneg-uneg ketika ide kamu ingin terealisasi.