Antara Saya Dan Tuhan

Satu saat terlintas dalam pikiran saya tentang “kematian”. Bukan soal raga yang telah kaku dan dingin, melainkan ruh yang “keluar” dan berangkat melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya.

Ya, disini memang hanya sebatas persinggahan sementara. Sementara menikmati perjamuan yang ada di tempat transit, kapal-kapal itu tengah menepi. Siap mengangkut siapa saja yang memang telah sampai pada waktunya. Tak terkecuali yang tua, muda atau bahkan yang belum sempat mengirup segarnya oksigen dunia sama sekali.

Dermaga sepi yang setiap orang bakal mengantri untuk menyebrangi samudera. Sebuah antrian panjang akan memenuhi dermaga itu. Termasuk saya. Entah akan berapa jam, hari, minggu, bulan atau bahkan mungkin tahun saya akan mengantri.

Irama yang indah dari nada-nada degup jantungku pun akan menemani saat pengantrianku. Selembar tiket yang bakal diminta oleh kondektur pun kusimpan baik-baik agar tidak hilang.

Soal “kematian” bagiku tak pernah ada. Sebuah perpindahan dari dimensi lain yang tak seorangpun tahu dan melihat kecuali orang Arab yang sangat terkenal ke segala penjuru bumi dan langit. Seorang yang sewaktu kecil pernah diceritakan kepadaku bahwa ia telah dibelah dadanya untuk di bersihkan oleh malaikat.

Kembali ke masa kecil bersama mereka yang begitu perkasa. Mungkin saya adalah manusia  paling beruntung mempunyai mereka yang dengan ikhlas merawatku dari kecil. Betapa pun perkasanya, hukum alam tak pernah bisa dielakkan. Mereka rubuh. Raga mereka rubuh. Namun juga,hukum alam tak akan pernah bisa rubuhkan jiwa mereka yang tetap perkasa.

Keberangkatannya memang lebih dulu daripada saya. Ia juga lebih dulu berlabuh di bumi. Yang satu beberapa minggu lalu telah bicara bahwa dia bersyukur masih bisa bertemu Ramadhan, meskipun kini dengan kondisi yang lemah. Tapi lihatlah, senyumnya begitu ikhlas menyambut bulan suci ini. Saya yakin Allah di atas sana mendengar dan pasti mengabulkan doa cucu mereka yang degup jantungnya mulai tak rapi ini….

Cabean, 10 Agust-10

usai Isya’

31 Comments

Add yours →

  1. Siap tidak siap, kita pasti menghadapinya.
    terimakasih

  2. diterangkan ; jangankan waktu sadar,
    waktu tidur pun waktu dipanggil menghadapNYA luarbiasa sakitnya ..

  3. makasih yaw
    sudah mmpir dan comment ayo kita jalin lagi tali silaturahim
    blog yang dulu di suspend ama wp
    hikz hikz
    😀

    smoga aku bisa menghadap dalam keadaan yang paling baik amien

  4. bagi mereka yg sudah mencapai jhana (tingkat) tertentu, seperti makrifat, tahap boddhisattvas, atau tahap avatara.. hukum2 alam yang kita kenal saat ini tidak berlaku bagi mereka 😀 makanya ada yg bisa jalan diatas air, mengamnabg, bangkit dari kematian, hidup abadi dll…

    salam kenal 😀

  5. yups, kalo keberangkatan itu sudah datang, harus dan tidak bisa ditunda lagi..

  6. kita semua pasti akan pulang, hanya masalah waktu saja

  7. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung!
    Happy Ramadhan!

  8. kita berlayar ya?
    aku kira kita dikubur lalu masuk ke ruangan bernama alam barzah. kita diinterogasi munkar dan nankir dulu baru menunggu di ruang tunggu yang full service. ada nikmat kubur dan siksa kubur sesuai catatan amal kita. kita nikmati dulu service itu sampai bel israfil berdering. baru kita pindah kamar bernama masyhar.akhirat stage.

  9. semoga ketika waktu itu tiba, kita termasuk ke dalam yang Husnul Khatimah… amiin

  10. semoga kita akan menjadi org yang beriman

  11. Bro ini lagi nulis cerpen apa ceritain orang sih ? koq dari segi bhsasanya lbih mirip ceritain orang y ?

  12. bahasanya keren ya..
    salam kenal aja deh.. 🙂

  13. yang tabah mas… semoga ia tenang di sana… *lha sok tau*

  14. persinggahan sementara yang bisa terasa seperti selamanya kalo kita punya banyak dosa 😐

  15. makasih postingannya bro..

  16. Semoga Ramadhan sekarang lebih baik dari yang sebelumnya…

    Kuncinya mungkin ikhlas….

  17. sebuah pencerahan yang sangat menarik…

  18. haduh masnya.. nggak tau kenapa perasaan saya jadi nggak enak, mana saya sambil dengerin another way to die juga.. ^^

  19. satu persatu kekasih kita rubuh satu persatu

  20. selamat pagi

    manusia akan abadi,
    dengan hanya ada 2 pilihan ending,
    surga atau neraka.

    terima kasih dan mohon maaf 😮

  21. postingan ini menyadarkanku

  22. Hai Arif…
    Coretanmu membuat Indah dalam genangan air mata, menginsafi apa yang dikisahkan. Subhanallah… mudahan kita akan berakhir hidup dalam keamanan dan sejahtera yang diredhai Allah, Rif.

    Senang membaca tulisan Arif yang semakin matang dan penuh pesan yang menggugah jiwa. teruskan Rif, Indah akan selalu ke mari. Insya Allah.

    Salam keindahan Ramadhan dari Indahkasihku.:D

  23. inspiratif sekali mas 🙂

  24. kira-kira dapet antrian nomer berapa y?

  25. sesungguhnya keabadian hanyalah milik Alloh swt semata…

  26. Ibarat sangkar burung, jasmani yang fana ini akan kita tinggalkan tergeletak di dalam perut bumi sementara sang burung perkasa jiwa/ruh yang fitrahnya suci akan terbang kembali ke haribaan-Nya.
    Semoga Romadhon 1431 Hijrah yang sebentar lagi akan meninggalkan kita,akan menemui kita lagi di tahun depan.Semua rahasia hidup dan mati ini ada di tangah Allah SWT.
    Bulan penuh rahmat, ampunan dan janji akan dibebaskan dari ancaman api neraka oleh Allah, akan menemui kita dan semua sahabat kembali di tahun depan. Karena itu langkah yang bijaksana dalam mengisi sisa hidup ini adalah menebar kebajikan kepada sesama mahkluk hidup sebanyak-banyaknya , beribadah mematuhi seruannya dan sebisa mungkin menghindari murka-NYA. Amin…..

  27. kematian adalah sarana perpindahan dimensi itu mas,
    secara sufistik memang kematian tiadalah ada, yg ada hanyalah perubahan dimensi kehidupan.
    anal-ogi sampeyan memang pas, sebuah perahu yang singgah di dermaga untuk melanjutkan perjalanan…

  28. Kematian pasti akan kita hadapi. 🙂

  29. Salam.
    Kehidupan setelah kematian adalah kehidupan yang sesungguhnya ya mas Arif 😀

Leave a Reply